Oknum Penyidik Polres Toraja Utara Dianggap Tidak Kooperatif Dalam Mengemban Tugas

  • Bagikan

MAKASSAR – Beberapa waktu lalu seorang rekan kami dari Tana Toraja (YA) menyampaikan suatu hal terkait dirinya yang merasa telah di tipu.

Pasalnya dirinya telah memberikan dana sebesar RP.51.500.000,. (Lima Puluh Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) kepada (MY) yang menjanjikan sebuah alat berat untuk disewakan ke (YA), dan (MY) berjanji akan mengirim alat berat tersebut ke Toraja, yang saat itu eskapator berada di Desa Tabo-tabo Kab. Pangkep.

Menurut keterangan YA, alat tersebut akan di kirim setelah menerima dana dari YA, namun dalam waktu satu minggu eskapator yang akan disewanya itu tak kunjung tiba.

Karena menunggu lama, YA meminta seorang rekannya ke Pangkep untuk mengecek keberadaan eskapator tersebut, dan ternyata alat itu tidak sesuai yang dikatakan YM, namun eskapator berada di tempat lain, alias sudah berpindah tangan.

Merasa dirinya di tipu, maka YA pun melaporkan hal ini ke pihak Polres Toraja Utara, dan setelah menunggu beberapa jam lamanya, dibuatlah surat laporan oleh penyidik Aiptu Alex Parinding dan Briptu Clearly R, dengan surat pemberitahuan hasil penyelidikan (SP2HP), dengan NO. LP.B/67/lll/2021/SPKT/RES.TORUT.Tanggal 15 Maret 2021. Surat penyidikan No:SP.LIDIK/59/lll/RES 1.11./2021/RESKRIM tanggal 17 Maret 2021.

Setelah terbitnya surat laporan tersebut, oknum penyidik, korban atau YA menunggu hasil penyidikan dari pihak Polres Torut, hingga berbulan-bulan, namun hingga saat ini belum ada kabar mengenai hasil penyidikan atau pemanggilan ke pelaku MY.

Korban YA beranggapan bahwa pihak Polres Torut tidak kooperatif dan tidak memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam mengemban tugas.

YA merasa kesal, lantaran surat pemanggilan di antarkan langsung oleh dirinya ke tersangka MY, atas perintah oknum penyidik.

“Jadi saya di suruh membawa sendiri surat pemanggilan ini kepada YM di rumahnya di Pangkep,’ ungkap YA.

  • Bagikan